moetzsyifa

Just The Way You Are

Birrul Walidain

on July 28, 2011

Birrul Walidain. Sikap sopan santun, hormat, berhati lembut namun tegas dan konsekuen sudah sepatutnya kita berikan kepada kedua orang tua, yang sudah susah payah mengandung, merawat dan membesarkan kita. Namun, kita juga diperingatkan oleh Allah untuk berlaku tegas terhadap mereka, apabila salah satu atau keduanya mengajak untuk berbuat sesuatu yang bertentangan dengan kehendak Allah Swt, yang diulangi dengan ayat terakhir Qs Lukman ayat 15. “ Wasaahibhuma ma’ruf “ Dan pergaulilah mereka dengan baik.

Jelasnya ayat diatas “ Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) pada dua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah pada-Ku dan pada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuan tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya didunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu. Maka-Ku beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” Ayat diatas mengandung makna yang sangat dalam selama kita berinteraksi dengan sesama manusia terkhusus sekali kepada kedua orang tua kita. Allah memerintahkan untuk selalu berbuat baik kepada keduanya terutama sekali kepada sang ibu, hal ini bukan berarti perhatian pada bapak kita abaikan, Coba sesekali kita merenung tentang bagaimana sang ibu yang kini sendirian dikampung atau dimana, mengandung selama sembilan bulan, melahirkan dan merawat diri kita. Sang ibu mengalami penderitaan yang cukup berat dan pada saat melahirkan kita nyawanya jadi taruhan, sementara sang bapakpun terus berusaha mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup kita.

Begitu juga setelah kita lahir menjadi seorang bayi yang lemah, tahunya hanya menangis, menyusu/makan, serta tidur, dengan penuh kesabaran sang ibu merawat, menjaga dan memelihara kita. Maka tak salah Allah sangat memerintahkan sekali kepada manusia untuk selalu taat pada perintah beliau berdua terutama sekali pada sang ibu. Sorga terletak dibawah telapak kaki ibu begitu bunyi sabda Nabi yang pernah kita dengar dan kasih sayang ibu sepanjang jalan sementara kasih sayang anak hanya sepanjang panggalan. Namun, Allah juga memberikan pengecualian apabila salah satu atau keduanya menyuruh melakukan hal-hal yang dilarang Allah dan agama. Maka kitapun berkewajiban untuk tidak mengikutinya, namun tidak dengan menghilangkan sedikitpun rasa hormat dan sayang kita pada mereka berdua, bantahlah mereka dengan cara yang bijaksana, kalau dengan cara ini gagal maka menjauhlah dari mereka untuk sementara, serta harus selalu mendoakan mereka berdua agar Allah selalu memberi petunjuk pada mereka.

Islam sebagai ajaran yang rahmatan lil allamin menyuguhkan jalan yang baik lagi mudah guna merengkuh ridha dan kasih sayang Allah Swt diantaranya melalui berbakti kepada kedua orang tua atau birrul walidain. Hal ini sangat menjadi urgent sekali dalam Islam, begitu juga Al Quran nul karim menerangkan. Setelah Allah memerintahkan untuk memurnikan ketaatan hanya pada-Nya (bertauhid).Allah Swt juga sangat menekankan untuk selalu berbakti kepada kedua orang tuanya. “ Dan tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Allah dan hendaklah kamu selalu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya, Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada mereka perkataan “Ah”. Dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah pada mereka perkataan yang mulia.” ( Qs Al Isra-23 ).

Berbakti kepada kedua orang tua merupakan kewajiban setiap manusia khususnya umat Islam. Kewajiban ini termasuk amalan yang paling utama dalam ajarannya. Islam sebagai aliran yang banyak mengandung unsur-unsur kebaikan guna melahirkan pribadi-pribadi yang shalehah sehingga keridhaan dan kasih sayang Allah selalu menaungi setiap langkah manusia itu. Namun, sangat perlu diketahui bahwa keridhaan dan kasih sayang yang kita inginkan tersebut, sangat bergantung sekali akan keridhaan dan kasih sayang orang tua terhadap diri maupun keluarga kita. Begitu juga sebaliknya marahnya orang tua akan memancing marah dan murkanya Allah. Karena dari itu mulai sekarang tanamkanlah sifat birrul walidain ini pada diri, anak-anak dan masyarakat kita secara umum. Jelas tampa ada peran dari ibu dan bapak dulunya kita semua tidak akan berarti apa-apa.

Tentang keutamaan birrul walidain ini pernah disabdakan Rasulullah Saw atas pertanyaan seorang sahabat yaitu Abu abdirahman Abdullah bin Mas’ud. “ Aku bertanya kepada Nabi Saw, tentang amalan apa yang paling utama dan dicintai Allah. Nabi Saw menjawab, pertama Shalat diawal waktunya, kedua berbakti kepada kedua orang tua (birrul walidain), ketiga, jihad dijalan Allah.” (Hr. Bukhari dan Muslim). Menabur dan menebar kebaikan adalah tuntutan ajaran Islam hal ini menandakan bahwa Islam itu bukan terletak pada kekayaan, kegagahan, kepopuleran maupun pangkat dan jabatan semata. Namun, Islam adalah ajaran yang lebih menekankan pada perealisasian dan pengamplikasian dari setiap ayat Al Quran maupun Al Hadis Saw yang kita pelajari, sekali lagi adalah pengamplikasian dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian jika ingin berbuat kebaikan harus didahului dengan menjalin hubungan yang harmonis dengan orang yang awalnya sangat dekat dengan kita yaitu orang tua, tampa hal ini kebaikan yang kita kerjakan akan sia-sia dimata Allah.

Rasulullah Saw bersabda.” Ada empat macam orang yang Allah wajib tidak memasukannya kedalam golongan orang-orang yang beriman bahkan dijauhkan dari harumnaya bau sorga. Pertama, pecandu minuman keras, pemakan harta riba, pemakan harta anak yatim tampa dibenarkan syarak, dan orang yang menyakiti kedua orang tuanya.” (Hr. Al Hakim). Informasi hadis Beliau Saw diatas bagaimanapun harus kita camkan dalam diri karena empat macam perbuatan diatas sangat gempang mengundang murka Allah karena perbuatan itu termasuk perbuatan dan keseharian syaitan. Syaitan seperti yang telah kita pahami akan terus beraktifitas memasuki setiap bidang kehidupan umat manusia untuk senantiasa mengikuti langkah-langkahnya. Kewajiban manusialah untuk terus berusaha melepaskan diri dari rantai godaannya. Hal ini hanya bisa dilakukan dengan selalu menjaga dan merawat inteqritas moral dan akhlak dengan selalu berusaha meningkatkan iman dan taqwa. Berfirman Allah .” Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaan atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada tuhannya.” ( Qs An Nahl-99 ). Sebenarnya syaitan itu tidak kuat kekuatanya hanya terletak pada kelicikannya dalam mengoda dengan memanfaatkan kelemahan manusia. Dan umumnya kelemahan manusia itu terletak pada imannya, sehingga apabila mengerjakan perbuatan jahat syaitan akan selalu berusaha, bagaimana perbuatan jahat yang dikerjakan tadi menjadi indah, bagus dan kelihatan penuh kebaikan dalam pandangan manusia itu. Akhirul kalam, marilah kita selalu memupuk sifat birrul walidain dengan selalu meningkatkan bakti kita pada kedua orang tua, bagaimanapun sibuknya kita jangan sekali-kali kita melupakann beliau berdua, jangan hanya karena istri, anak atau alas an kesibukan kita tega melupakan jerih-payah, dan kesusahan orang tua waktu merawat kita dulu. Hanya satu yang perlu kita camkan dimanapun kita berada, bahwa kasih sayang Allah tergantung kasih sayang orang tua pada diri kita dan untuk merengkuh kasih sayang Allah tsb sayangilah mereka berdua. Ya Allah sayangilah kedua orang tua kami sebagaimana mereka dahulunya menyayangi kami diwaktu kecil, ampuni dosa-dosa mereka Ya Allah.amin…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: